Jumat, 03 April 2015

Tugas 3 softskill


KASUS 6-2

Mengatur investasi lepas pantai (Offshore) : Mata uang siapa ?

Offshore Invesment Fund (OIF) bergerak di Firefield, Connecticut, yang hanya bertujuan untuk memberi jalan bagi para pemegang saham AS untuk berinvestasi dalam sekuritas Spanyol. Dana yang digunakan terdaftar dalam NewYork Stock Exchange (Bursa Sahan NewYork). Perwakilan nya adalah Shady Rest Bank and Trust Company Of Connecticut (“Shady Rest”), yang menjaga pembukuan dana. Pertanyaan untuk mata uang mana yang akan digunakan yang langsung muncul. Shady Rest telah mempersiapkan buku neracanya dalam satuan Euro, karna dananya merupakan dana Negara yang ditanamkan hanya untuk sekuritas yang di daftarkan pada Madrid Stock Exchange. Sesudah itu, auditor keuangan menyatakan bahwa mereka, mata uang fungsional haruslah Dollar AS. Kasus ini di dasarkan pada kejadian nyata. Nama-nama dan Negara asal telah diganti.

PENGARUH KEPUTUSAN

Keputusan untuk menggunakan dollar AS sebagai mata uang fungsional untuk keuangan menciptakan kebingungan manajerial yang besar. Memang, pekerjaan penulisan ulang dan pengerjaan ulang transaksi akuntansi merupakan tugas yang sangat besar yang menghambat publikasi laporan keuangan tahunan. Konsep mata uang fungsional merupakan sebuah konsep asing di Spanyol, dan pengaruh dari pilihan mata uang fungsional  tidak jelas bagi para manajer. Akibatnya, tidak sampai bulan November mereka akhirnya mulai merasakan pengaruh pilihan mata uang pada hasil-hasil keuangan.

Kesulitan lain yang disebabkan oleh pilihan mata uang adalah :

a.       Shady Rest, dengan sekitar $300 Milyar dalam berbagai bentuk dana di manajemen, masih belum mengembangkan sistem akuntansi multi mata uang yang memadai. Sedangkan akuntansi untuk akuisisi sekuritas biasanya akan dicatat dalam sebuah masukan pembukuan sederhana, 3 masukannya diperlukan saat ini. Selain itu, pembeyaran uuntyuk pembelian sendiri bisa mempengaruhi laporan laba-rugi pada periode yang sedang berjalan.

b.   Masalah-masalah yang serius yang berhubungan dengan oprasi harian. Ketika sebuah transaksi dilakukan, manajer keuangan tidak mengetahui pengaruh keuangannya. Sebagai contoh, selama tahun pertama oprasi, manajer keuangan yakin bahwa penjualan portofolio telah menghasilkan keuntungan $1 juta. Ketika penjualan akhirnya muncul di laporan, keuntungan transaksi tertutup oleh kerugian mata uang sebesar $7juta .

PERTIMBANGAN UNTUK MEMILIH DOLLAR SEBAGAI MATA UANG FUNGSIONAL

Para auditor memberikan pertimbangan berikut untuk memilih dolar sebagai mata uang fungsional :

a.       Penggunaan di Amerika Serikat
b.      Didanai dengan modal pemegang saham AS
c.       Dividen ditentukan dan dibayarkan dalam Dolar AS
d.      Pelaporan keuangan menurut GAAP AS. Dan dalam dolar AS
e.       Pembayaran administrasi dan laporan dihitung dalam asset bersih AS. Dan dibayarkan dalam dolar AS.
f.       Sebagian besar beban terjadi dan dibayarkan dalam dolar AS.
g.      Catatan akuntansi disimpan dalam dolar AS.
h.      Terkena pajak AS, SEC, Dan Regulasi Exchange Act tahun 1940.

Oleh karena keuangan diatur untuk diinvestasikan di Spanyol, dianggap bahwa pemegang saham Amerika Serikat tertarik dalam pengaruh perubahan tingkat translasi pada arus kas dan ekuitas dana; yaitu, Pemegang saham tidak berinvestasi di sekuritas Spanyol hanya karna hasil-hasil yag menarik, tapi juga karna memainkan permainan mata uang yang akan langsung mempengaruhi pengukuran arus kas dan ekuitas.
                                         

SUDUT PANDANG MANAJEMEN

Pihak manajemen tidak setuju dengan para auditor. Berikut ini bantahannya :

a. Penggabungan di Amerika Serikat dengan pemegang saham Amerika Serikat. FAS 52 jelas-jelas menyatakan bahwa mata uang fungsional harus ditentukan ole “lingkungan ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi alih-alih oleh rincian teknis penggabungan”. Dengan cara yang sama, FAS 52 tidak menyatakan fakta bahwa perusahaan dimiliki pemegang saham AS dan membayarkan dividen dalam dolar AS yang relevan. Sebenarnya, FAS 52 lebih mengkhawatirkan regulasinya sendiri dengan perusahaan dan manajemennya alih-alih pemegang sahamnya.

b. Pelaporan keuangan dalam dolar AS menurut GAAP AS. Para auditor gagal membedakan pelaporan antara mata uang dan mata uang fungsional. Jelas bahwa dolar AS harus menjadi mata uang untuk pelaporan, tapi hal itu saja tidak berarti bahwa dolar AS merupakan mata uang fungsional.

c. Pembayaran beban tertentu dalam dolar. Pembayaran beban dalam dolar AS bukanlah alas an untuk menjadikannya sebagai mata uang fungsional. Sementara beban yang bernilai $8 juta untuk tahun 2007 terjadi dalam dolar AS, pendapatan lebih dari $100 juta didapatkan dalam Euro.

d. Pajak AS dan regulasi SEC. pertimbangan ini relevan untuk mata uang pelaporan, bukan mata uang fungsional.

Argumen  yang menentukan terhadap penggunaan dolar sebagai mata uang fungsional adalah bahwa dengan melakukannya tidak memberikan informasi yang dalam bahasa FAS 52, “secara umum sesuai dengan pengaruh ekonomi yang diharapkan akibat perubahan nilai tukar pada arus kas dan ekuitas suatu perusahaan”. Secara khusus, arus kas yang berasal dari kegiatan operasi dari dana sepenuhnya terletak di Spanyol setelah transfer awal dana yang dikeluarkan oleh modal dikumpulkan. Dana yang digunakan untuk membeli dan menjual investasi di Spanyol, dan menerima semua pendapatannya dari Spanyol. Jika mata uang fungsionalnya menggunakan euro, fluktuasi mata uang yang dicapai hanya diakui ketika uangnya dikembalikan ke Amerika Serikat. Praktik yang ada dalam “merealisasikan” laba atau kerugian translasi ketika, sebagai contoh, kas di Spanyol ditranslasikan untuk investasi yang dibeli di Spanyol akan salah dan menyesatkan

Ambil sebuah contoh. Anggaplah bahwa perusahaan menanamkan EUR100.000.000 di sebuah bank Spanyol ketika nilai tukarnya adalah EUR1=$0,8496. Satu minggu kemudian ketika nilai tukarnya adalah EUR1= $0,8393 yang dicairkan pada hari yang sama, memutuskan bahwa investasinya tidak bijaksana. Dengan mengabaikan biaya transaksi, mereka memiliki EUR 100.000.000 di Madrid pada awal dan akhir minggu. Jika mata uang fungsionalnya adalah Euro, tidak ada laba/rugi yang terealisasai. Namun, translasi ke dolar yang menyebabkna kerugian mata uang sebesar $ 1.030.000, yang hanya akan dicapai ketika jumlahnya dikembalikan ke Amerika Serikat. Hal ini dapat disamakan dengan pembelian saham yang kemudian harganya jatuh. Jika dolar AS merupakan mata uang fungsional, transaksinya akan berakhir dengan kerugian terealisasi sebesar $ 1.030.000. hasil ini tidak masuk akal menurut pandangan arus kas manapun. Sebenarnya, hal ini menggaris bawahi bahwa, dengan tujuan mereka, pengaruh pada laba-rugi yang dilaporkan dengan menggunakan dolar AS sebagai mata uang fungsional sangat tidak masuk akal. 

Nilai asset bersih ditentukan setiap minggu dalam dolar AS, dan dilaporkan kepada pemegang saham dalam dolar AS. Hal ini sepenuhnya sesuai dengan menggunakan dolar AS sebagai mata uang pelaporan yang tepat. Dengan menggunakan dolar sebagai mata uang fungsional menyatakan bahwa ada pilihan yang realistis dan praktis pada setiap transaksi pergerakan antara dolar dan euro. Anggapan ini sangat salah, dana hanya akan mengembalikanmodal dasarnya dalam dua kondisi yaitu : 1. likuidasi.  2. Sebagai sebuah cara sementara jika hasil Spanyol turun dibawah hasil AS.

DORONGAN UMUM TENTANG FAS 52

Bahasa FAS 52 menunjukkan bahwa penulisannya tidak menuliskan dengan referensi langsung  pada situasi seperti pada Offshore Investment Fund yang merupakan sebuah perusahaan yang menambahkan uang untuk tujuan tunggal menanamkannya di Negara lain. FAS 52 nampaknya ditulis dari sudut pandang perusahaan operasional yang terpisah dan jauh.

FAS 52 menegaskan mata uang fungsional dari sebuah entitas sebagai mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi. Anggaplah yayasan tersebut digabungkan di Malta dan sebagai sebuah entitas terpisah, meminjam dana dari induk perusahaan di AS, tempat akan terjadi dengan sendirinya. Jika hakikatnya adalah untuk menang atas bentuk, seseorang harus menyimpulkan bahwa euro harus tetap digunakan.

Paragraph 6 dari FAS 52 menyatakan, “untuk sebuah entitas dengan operasi yang mandiri dan berada dalam sebuah Negara tertentu, mata uang fungsional biasanya adalah mata uang Negara tersebut”. Pernyataan ini memperkuat aspek operasional yang mengatur pemilihan mata uang fungsional sangat salah untuk menyangkal bahwa operasi yayasn dilakukan di mana saja di Spanyol.

Paragraf 8 memperkuat anggapan bahwa “penilaian manajemen akan diperlukan untuk menentukan mata uang fungsional di mana hasil-hasil keuangan dan hubungan penggunaan mata uang diukur dengan tingkat relevansi dan relialibilitas tertinggi”.

Yang terakhir, paragraf 80 dan 81 menarik perbedaan yang sangat jelas yang memperkuat anggapan kita (manajemen). Paragraph 80 berisi :
Pada kelas pertama adalah operasi yang mandiri dan berada dalam sebuah Negara atau lingkungan ekonomi tertentu. Operasi harian yang bergantung pada lingkungan ekonomi dari mata uang fungsional induk perusahaan, operasi asing hanya menghasilkan dan membelanjakan mata uang asing. Arus kas bersih mata uang asing yang dihasilkannya bisa diinvestasikan kembali dan diubah serta diberikan kepada induk perusahaan. Untuk kelas ini, mata uang asing merupakan mata uang fungsional.

Definisi ini harus dibandingkan dengan paragraph 81, yang menyatakan :
Pada kelas kedua… operasi harian bergantung pada lingkungan ekonomi mata uang induk perusahaan, dan perubahan pada pengaruh langsung asset dan kewajiban individu dari entitas asing pada arus kas induk perusahaan. Untuk kelas ini, dolarAS merupakan mata uang fungsional.

Jawaban :

Menurut pendapat kami mata uang yang digunakan yaitu Euro, jika mata uang fungsionalnya adalah euro, tidak ada laba atau rugi yang terealisasi. Namun, translasi ke dolar menyebabkan kerugian mata uang sebesar $1.030.000, yang hanya akan dicapai ketika jumlahnya dikembalikan ke Amerika Serikat. Hal ini dapat disamakan dengan pembelian saham yang kemudian harganya jatuh. Jika dolar AS merupakan mata uang fungsional, transaksinya akan berakhir dengan kerugian terealisasi sebesar $1.030.000. hal ini tidak masuk akal menurut pandangan arus kas manapun; sebenarnya, hal ini menggaris bawahi bahwa dengan tujuan mereka pengaruh pada laba-rugi yang dilaporkan dengan menggunakan dolar AS sebagai mata uang fungsional sangat tidak masuk akal.

FAS No. 52 menegaskan mata uang fungsional dari sebuat entitas sebagai mata uang dari lingkungan ekonomi utama di aman entitas tersebut beroperasi. Anggaplah yayasan tersebut digunakan di Matla dan sebagai sebuah entitas terpisah, meminjam dana dari induk perusahaannya di AS, penggunaan mata uang setempat akan terjadi dengna sendirinya. Jika hakikatnya adalah untuk menang atas bentuk, seseorang harus menyimpulkan bahwa euro harus tetap digunakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar