Rabu, 25 April 2012

Perdagangan Bebas, Angkatan Kerja dan Pengangguran

A. Angkatan Kerja

Angkatan Kerja adalah penduduk yang sudah memasuki usia kerja, baik yang sudah bekerja atau yang sedang mencari pekerjaan. Menurut pemerintah usia produktif angkatan kerja adalah 15-64 tahun. Tidak semua penduduk usia kerja tergolong ke dalam angkatan kerja  seperti Ibu rumah tangga itu tidak termasuk dalam angkatan kerja.

1. Angkatan kerja dibedakan mendaji 4 golongan, yaitu :

a. Orang yang bekerja penuh adalah angkatan kerja yang aktif menyumbangkan  tenaganya dalam kegiatan produksi.
b. Pengangguran terbuka (open unemployment) adalah orang yang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan, jadi sewaktu-waktu ia mendapatkan pekerjaan langsung siap bekerja.
c. Setengah menganggur (under unemployment) adalah orang yang bekerja diluar latar belakang pendidikan/keahliannya.
d. Pengangguran tersembunyi disebut disguise employment adalah pekerjaan yang dikerjakan oleh seorang pekerja secara berlebihan sehingga mereka tidak dapat bekerja secara maksimal.

2. Pola ketenagakerjaan di Indonesia 

a. Jumlah angkatan kerja baru terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk.
b. Jumlah angkatan kerja pria lebih banyak dibandingkan dengan angkatan kerja wanita.
c. Masih terdapat angkatan kerja di bawah usia kerja.
d. Pertumbuhan lapangan kerja belum mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja sehingga terjadi penganguran.
e. Lapangan kerja pada sector pertanian pertumbuhannya paling lambat dibandingkan sector lainnya.
f. Pertumbuhan lapangan kerja pada sector nongrafis (Industri) terus meningkat.
g. Beberapa tenaga kerja baru (fresh graduate) tidak/kurang efektif dalam bekerja sehingga sulit untuk memperoleh lapangan kerja.

Sumber :


B. Pengangguran


Penganguran adalah istilah lain untuk angkatan kerja yang tidak memiliki pekerjaan sama sekali, atau sedang mencari pekerjaan. 

Dimata kita sebagai orang awam pengangguran adalah sosok orang yang tidak berpendidikan dan tidak memiliki kemampuan apapun, ternyata anggapan kita mengenai pengangguran yang seperti itu salah besar.

Di Indonesia ini banyak sekali pengangguran yang berlatar belakang sarjana atau Amadya. Jika terjadi pertanyaan mengapa hal itu bias terjadi ? jawaban satu-satunya adalah banyaknya kecurangan-kecurangan yang ada pada perusahaan tersebut, misalnya dengan menyogok atau bantuan masuk karna bantuan orang yang memiliki jabatan dalam perusahaan tersebut.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengangguran adalah

a. Tidak sebandingnya jumlah lapangan kerja dengan penduduk yang ada.
b. Kurangnya pendidikan pada masyarakat, karna kebanyakan perusahaan sekarang menomor satukan gelar/pendidikan.
Tetapi, menurut saya banyaknya jumlah pengangguran yang ada masih dapat di tanggulangi dengan beberapa cara, asalkan pemerintah dengan baik menegasinya dengan baik. 

Cara mengatasi pengangguran adalah

1.     Perluasan lowongan pekerjaan
2.     Mengurangi transmigrasi dari desa ke kota
3.     Penegasan terhadap title dan kemampuan si pelamar
4.     Diadakannya program pelatihan kerja bagi pegawai baru

Sumber :


C. Perdagangan Bebas


Sekarang ini sering sekali kita mendengar  kata perdagangan bebas, sebenarnya apa perdangan bebas itu ?
Perdagangan bebas adalah penjualan produk antar Negara tanpa pajak ekspor atau impor dan tidak adanya peraturan yang menghambat jalannya perdagangan ini.
Pada awalnya perdagangan bebas terjadi karna adanya  “peraturan” yang terlalu rumit dan menyusahkan sehingga terbentuklah perdangan bebas dimana antar Negara dapat saling berinteraksi unutuk melakukan perdagangan dengan bebas tanpa adanya pajak, dan peraturan lain yang menyulitkan untuk melakukan perdagangan.
Perdagangan bebas ini memiliki beberapa dampak negatife terhadap usaha dalam negri, seperti
     1.     Banyaknya produk asing terutama cina masuk ke dalam negri sehingga merusak sector ekonomi yang sudah ada.
     2.     Pasar dalam negri yang kalah saing dengan produk asing sehingga membuat pengusaha dalam negri menjadi berpindah usaha dari produsen di berbagai sector ekonomi menjadi pedagang saja.
     3.     Perekonomian dalan negri akan semakin turun, segalanya akan selalu bergantung pada barang asing, sampai-sampai beraspun kebanyakan dari kita lebih mempercayai barang impor dari pada hasil panen Negara sendiri.

Perdagangan bebas tidak hanya memiliki beberapa dampak negatif saja, seperti yang kita ketahui ada dampak negative pasti aka nada dampak positifnya juga.

Dampak positif dari perdagangan bebas

     1.     Adanya perdagangan bebas ini akan membuat kita lebih mudah menarik investasi .
     2.     Dapat meningkatkan kualitas perdagangan karna kita akan merasa tidak mau kalah dan akan memberikan kualitas perdagangan kita agar tidak tersaingi.

Sumber :